Merauke, 28 September 2026 — Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan melalui Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan melalui Jalur Vokasional Khusus Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin sampai dengan Kamis, 28 September hingga 1 Oktober 2026, bertempat di SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke.
Program sertifikasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga teknik ketenagalistrikan, khususnya bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Melalui sertifikasi kompetensi, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi kebutuhan industri ketenagalistrikan.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta didik, yang terdiri atas 38 peserta dari SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke serta 12 peserta dari SMK Santo Antonius Merauke.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti rangkaian proses sertifikasi sesuai dengan ketentuan dan standar kompetensi yang ditetapkan. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan teknis yang telah dipelajari selama mengikuti pendidikan vokasi.
Selain berfokus pada peningkatan kompetensi, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan core value ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Penerapan nilai BerAKHLAK menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin baik, transparan, profesional, dan berintegritas. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Bagi SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke, pelaksanaan sertifikasi ini menjadi momentum penting dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu meningkatkan kepercayaan diri, profesionalisme, serta kesiapan untuk berkontribusi di bidang ketenagalistrikan. Sertifikasi kompetensi juga menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia industri.
Dengan semangat kompeten, profesional, dan berintegritas, generasi vokasi Papua Selatan diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja dan turut mendukung pembangunan sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
![]()

Recent Comments